Menyesal dan Bunuh Diri
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(QS. 3:145)
Aku tertegun menemukan ayat itu dalam kumpulan terjemah di program al-Quran digital yang baru saja kubuka di laptopku ini. Aku juga jadi teringat bahwa ayat itu ternyata erat kaitannya dengan persoalan-persoalan yang akhir-akhir ini dekat denganku. Tentang menyesal dan bunuh diri.
Ayat itu mengingatkan dan menguatkanku bahwa hidup dan mati sesuatu yang bernyawa adalah ketetapan Allah. Oleh karena itu, aku benar-benar yakin untuk mengatakan bahwa keinginan mengakhiri hidup atau bunuh diri saat menghadapi hantaman masalah adalah melawan ketetapan Allah.
Maka, untuk orang-orang yang:
- Ingin bunuh diri saat menghadapi masalah,
- Menganggap dan meyakini bahwa bunuh diri adalah bentuk penyesalan terbaik,
- Mengecap orang lain tidak menyesal dengan tidak punya keinginan bunuh diri.
Semoga Allah membukakan hatinya, memberi taufik dan hidayah kepadanya, sebagaimana Allah membukakan dan menyadarkan serta menguatkan hatiku dengan pertemuanku hanya dengan satu dari sekian banyak firman-Nya ini.
Bunuh diri itu tidak hanya melawan ketetapan Allah tapi juga bentuk sakit dan keringnya jiwa.
Wallahua’alam.
Gleeful December, 12 Desember 2008