Halaman untuk berbagi

Catatan ringan tentang kehidupan sehari-hari Ilmia

Archive for December, 2008


Jodoh Takdir Allah

dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. (QS. 53:45)

Dua hari yang lalu, teman saya, Yunita, menceritakan kisah menarik tentang jodoh takdir tuhan.

Siang di hari itu, Yunita bercerita tentang kisah jodoh yang dialami bekas salah satu asisten rumah tangga tantenya. Beberapa tahun yang lalu, tantenya Yunita memiliki asisten rumah tangga sebut saja Mbak Z. Mba Z ini punya adik perempuan, sebut saja namanya Mba X. Nah, Mba X ini rupanya selain lebih muda dari kakaknya juga lebih mengenal teknologi. Mba X mengenal internet bahkan kerap kali menggunakan fasilitas chatting on-line. Mba X ini entah bekerja sebagai apa, Yunita tidak menceritakan padaku, yang pasti dia tidak bekerja sebagai asisten rumah tangga seperti kakaknya.

Suatu ketika, Mba X berkenalan via chatting dengan seorang pria dari wilayah Papua. Setelah komunikasi yang cukup intens, ternyata pria itu tertarik untuk memperistri Mba X. Maka tidak lama setelah merasa mantap, datanglah pria tersebut ke daerah tempat mba X di Jawa Tengah. Namun sayangnya, setelah pria itu datang ke Jawa Tengah, Mba X malah kabur, dia tidak ingin menikah dengan pria itu. Lalu Mba X pergi menghilang entah kemana.

Dengan adanya kejadian itu, Mba Z, kakak Mba X, merasa kasihan pada pria yang sudah jauh-jauh datang itu. Lalu, dia bilang pada tantenya Yunita, “kasihan dia bu, ya sudah biar nikah sama saya saja. Sudah datang jauh-jauh dengan niatan baik, adik saya malah mengecewakannya”. Mengejutkan sekali yah? Di luar dugaan Mba Z itu mengambil keputusan untuk menyelamatkan keluarga dan adiknya. Atau mungkin menyelamatkan dirinya? Hehe…

Singkat cerita, Mba Z akhirnya menikah dengan pria itu. Saat pernikahan mereka, Mba X yang tiba-tiba kabur itu pun pulang.

Tahun berlalu…

Dahulu, saat pria itu menikah dengan Mba Z, ia hanya lelaki dengan pekerjaan biasa saja. Menurut Yunita, pria itu bekerja di perusahaan swasta. Kini, Mba Z tentu masih berstatus sebagai istri pria itu dan sejak pernikahan mereka Mba Z tidak lagi bekerja sebagai asisten rumah tangga tantenya Yunita. Tidak hanya itu, Mba Z kini tetap dapat menjalin komunikasi dengan tantenya Yunita dengan fasilitas yang diberikan suaminya yang kini duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI.

Jodoh memang di tangan Allah yah…

Menyesal dan Bunuh Diri

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(QS. 3:145)

Aku tertegun menemukan ayat itu dalam kumpulan terjemah di program al-Quran digital yang baru saja kubuka di laptopku ini. Aku juga jadi teringat bahwa ayat itu ternyata erat kaitannya dengan persoalan-persoalan yang akhir-akhir ini dekat denganku. Tentang menyesal dan bunuh diri.

Ayat itu mengingatkan dan menguatkanku bahwa hidup dan mati sesuatu yang bernyawa adalah ketetapan Allah. Oleh karena itu, aku benar-benar yakin untuk mengatakan bahwa keinginan mengakhiri hidup atau bunuh diri saat menghadapi hantaman masalah adalah melawan ketetapan Allah.

Maka, untuk orang-orang yang:

  1. Ingin bunuh diri saat menghadapi masalah,
  2. Menganggap dan meyakini bahwa bunuh diri adalah bentuk penyesalan terbaik,
  3. Mengecap orang lain tidak menyesal dengan tidak punya keinginan bunuh diri.

Semoga Allah membukakan hatinya, memberi taufik dan hidayah kepadanya, sebagaimana Allah membukakan dan menyadarkan serta menguatkan hatiku dengan pertemuanku hanya dengan satu dari sekian banyak firman-Nya ini.

Bunuh diri itu tidak hanya melawan ketetapan Allah tapi juga bentuk sakit dan keringnya jiwa.

Wallahua’alam.

Gleeful December, 12 Desember 2008

2008 akan segera berakhir

Time flies so fast…

Sampai juga saya di bulan terakhir tahun 2008 ini…

akhirnya yah… ya Allah cepat sekali waktu berlalu.

Desember 2008 ini sudah hari ke-tiga.. ga terasa…Desember tahun lalu, saya sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan UAS dan keberangkatan ke NTU. eh…sekarang sudah mau ganti tahun lagi.

2008 ini banyak sekali saya mengalami peristiwa… macam-macam… yang ekstrim-ekstrim terjadilah di tahun ini…

mulai dari masalah pribadi… masalah kuliah…. masalah keluarga… semuanya ada! yang sangat senang atau bahkan yang sangat sedih, juga ada!

apapun yang telah terjadi semua pasti ada hikmahnya, dan betul-betul menyimpan pelajaran yang sangat berharga untuk seorang Mia yang tidak pernah berhenti belajar. Walau tidak pernah berhenti belajar bukan berarti Mia gemar bersalah.

mudah-mudahan…semua hal akan lebih baik di 2009…

Saya punya baaaaaaaaaaaannnnnyaaaaak… sekali doa dan harapan di tahun 2009 mendatang… di tahun 1430 H mendatang…

yang lalu biarlah berlalu… jadikan pelajaran yang berharga.

mari kita buka lembaran baru…