<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pengertian</title>
	<atom:link href="http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/</link>
	<description>Catatan ringan tentang kehidupan sehari-hari Ilmia</description>
	<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:04:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Teguh</title>
		<link>http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-19</link>
		<dc:creator>Teguh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:36:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-19</guid>
		<description>Iya betul teh. Memang orang di kereta itu benar, yaitu menegur, ya karena ketidaktahuannya itu. Nah bagi saya pribadi sih sungguh suatu yang hebat bisa mengetahui keadaan seseorang tanpa harus sampai menegur dulu kemudian dapat info :) Dan kemampuan seperti itu sebenarnya dapat kita capai deh. Dan sepertinya banyak petunjuk2 Quran dan bahkan riwayat nabi yang mengarahkan kita untuk dapat menjadi manusia yang punya sensor yang bagus :)

Soal anak2 itu, bisa saja memang si ayah itu tidak memberitahukan kepada si anak bahwa si ibu telah meninggal dunia. Mungkin saja dibilang bahwa ibu sedang tidur panjang. Dan banyak kemungkinan2 lainnya. Yah soal info dan kemampuan kita untuk bisa memperkirakan jawaban2 apa yang bisa/dapat ada.

Ya seperti yang teh Mia bilang “bagaimana kalau saya jadi dia”, itu sebenarnya adalah simulasi untuk mencari jawaban2 yang mungkin ada.

Jadi dengan adanya pengetahuan/informasi, ada 2 hal :
- Mengurangi response-time (lebih mudah) berempati/bersikap
- Lebih efektif dan efisien jika mampu membantu, karena sudah lebih jelas masalahnya.

O ya, saya juga belum sampai setinggi itu lho teh. Saya hanya baru saja sampai berteori dan masih belajar untuk bisa mencapainya. :)

Salam kenal juga teh Mia.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya betul teh. Memang orang di kereta itu benar, yaitu menegur, ya karena ketidaktahuannya itu. Nah bagi saya pribadi sih sungguh suatu yang hebat bisa mengetahui keadaan seseorang tanpa harus sampai menegur dulu kemudian dapat info <img src='http://mianashidq.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Dan kemampuan seperti itu sebenarnya dapat kita capai deh. Dan sepertinya banyak petunjuk2 Quran dan bahkan riwayat nabi yang mengarahkan kita untuk dapat menjadi manusia yang punya sensor yang bagus <img src='http://mianashidq.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Soal anak2 itu, bisa saja memang si ayah itu tidak memberitahukan kepada si anak bahwa si ibu telah meninggal dunia. Mungkin saja dibilang bahwa ibu sedang tidur panjang. Dan banyak kemungkinan2 lainnya. Yah soal info dan kemampuan kita untuk bisa memperkirakan jawaban2 apa yang bisa/dapat ada.</p>
<p>Ya seperti yang teh Mia bilang “bagaimana kalau saya jadi dia”, itu sebenarnya adalah simulasi untuk mencari jawaban2 yang mungkin ada.</p>
<p>Jadi dengan adanya pengetahuan/informasi, ada 2 hal :<br />
- Mengurangi response-time (lebih mudah) berempati/bersikap<br />
- Lebih efektif dan efisien jika mampu membantu, karena sudah lebih jelas masalahnya.</p>
<p>O ya, saya juga belum sampai setinggi itu lho teh. Saya hanya baru saja sampai berteori dan masih belajar untuk bisa mencapainya. <img src='http://mianashidq.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam kenal juga teh Mia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mia</title>
		<link>http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-18</link>
		<dc:creator>Mia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 05:50:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-18</guid>
		<description>hehehe.. kalau saya yang negur, tetap aja saya ga suka... hahaha..
buat saya, orang yang negur bapaknya itu ga salah-salah amat loh..
coba bapaknya itu menjelaskan ke orang yang ngambil?
yang begini nih kebanyakan... kita lebih seneng berbuat sesuatu kalau udah ada yang negur duluan. bukan mengantisipasi bagaimana agar orang ga negur..hehe..

boleh setuju boleh tidak.. itu juga hanya pendapat pribadi. ketauan kan saya orangnya keras kepala banget..? hehe

yuks ah, salam kenal yah teguh.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe.. kalau saya yang negur, tetap aja saya ga suka&#8230; hahaha..<br />
buat saya, orang yang negur bapaknya itu ga salah-salah amat loh..<br />
coba bapaknya itu menjelaskan ke orang yang ngambil?<br />
yang begini nih kebanyakan&#8230; kita lebih seneng berbuat sesuatu kalau udah ada yang negur duluan. bukan mengantisipasi bagaimana agar orang ga negur..hehe..</p>
<p>boleh setuju boleh tidak.. itu juga hanya pendapat pribadi. ketauan kan saya orangnya keras kepala banget..? hehe</p>
<p>yuks ah, salam kenal yah teguh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teguh</title>
		<link>http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-17</link>
		<dc:creator>Teguh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:52:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mianashidq.blog.friendster.com/2008/02/pengertian/#comment-17</guid>
		<description>

Pengertian butuh latihan itu benar dan merupakan prosedur standard/umum. Nah sebenarnya latihan itu diperlukan jika satu hal mendasar tidak didapati, yaitu informasi/data/pengetahuan. Jika informasi/data/pengetahuan itu ada dan lengkap, maka sepertinya tidak perlu latihan dan langsung reflek saat itu juga.

Ada cerita, seorang ayah muda dgn anak2nya yg kecil naik kereta (MRT kalo di SG ya?), dan si ayah duduk sambil memperhatikan anak2nya bermain. Dan anak2nya itu ternyata nakal dan cukup mengganggu orang2 yg ada di kereta tsb (misalnya mengambil koran yg sedang dibaca). Dan orang2 di situ semakin tidak suka karena melihat si ayah itu hanya diam sedikit tersenyum melihat anak2nya dgn mata kosong.

Kemudian ada orang yg berani menegur si ayah agar memperhatikan anak2nya itu. Dan si ayah kemudian seperti tersadar dari lamunan dan berkata, “Saya mohon maaf atas perbuatan anak2 saya itu. Saat ini saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada anak2 saya tersebut sepulang kami dari rumah sakit di mana ibu anak2 tersebut baru saja meninggal dunia”.

Dan tentu saja teh Ilma bisa menebak apa kemungkinan yang dirasakan dan dilakukan oleh orang2 di kereta tsb langsung setelah mendengar perkataan si ayah tersebut.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian butuh latihan itu benar dan merupakan prosedur standard/umum. Nah sebenarnya latihan itu diperlukan jika satu hal mendasar tidak didapati, yaitu informasi/data/pengetahuan. Jika informasi/data/pengetahuan itu ada dan lengkap, maka sepertinya tidak perlu latihan dan langsung reflek saat itu juga.</p>
<p>Ada cerita, seorang ayah muda dgn anak2nya yg kecil naik kereta (MRT kalo di SG ya?), dan si ayah duduk sambil memperhatikan anak2nya bermain. Dan anak2nya itu ternyata nakal dan cukup mengganggu orang2 yg ada di kereta tsb (misalnya mengambil koran yg sedang dibaca). Dan orang2 di situ semakin tidak suka karena melihat si ayah itu hanya diam sedikit tersenyum melihat anak2nya dgn mata kosong.</p>
<p>Kemudian ada orang yg berani menegur si ayah agar memperhatikan anak2nya itu. Dan si ayah kemudian seperti tersadar dari lamunan dan berkata, “Saya mohon maaf atas perbuatan anak2 saya itu. Saat ini saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada anak2 saya tersebut sepulang kami dari rumah sakit di mana ibu anak2 tersebut baru saja meninggal dunia”.</p>
<p>Dan tentu saja teh Ilma bisa menebak apa kemungkinan yang dirasakan dan dilakukan oleh orang2 di kereta tsb langsung setelah mendengar perkataan si ayah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>