Kangen Cumi Hitam
Hari ini adalah hari ke-60 saya di Singapura. Rasanya sudah mulai bosan tinggal di sini (duh, gaya bener yah?). Mulai ingin pulang ke Indonesia. Kangen…sekali.
Rasa kangen itu tidak hanya rasa ingin bertemu dengan keluarga dan teman, kuliah di FIK, tapi juga kangen makan masakan mama. Oh mama…masakanmu itu loh…ngangenin.
Satu bulang pertama di sini, saya senang sekali memburu berbagai tempat makan. Mencoba aneka jenis makan asia juga eropa. Banyak. Bahkan makanan-makan dalam buku wisata Singapore yang dinamai Local Favourites juga sudah, sampai-sampai makanan dalam daftar itu diberi judul "Have you eaten yet?", segitu pentingnya untuk dicoba barangkali yah…
Oh ya, agar bisa berbagi juga nih dengan teman-teman, ini dia makanan lokal yang terkenal itu:
- Kaya toast with a local coffee (roti berselai srikaya, ditemani kopi lokal)
- Nasi lemak (seperti nasi uduk atau nasi gurih kalau di Indo, selain nasi ada juga telur dadar, ayam, teri kacang, dan ikan semacam ikan kembung begitu deh).
- Ice kacang atau cendol (ini jenis makan penutup atau dessert, yah seperti es campur sajalah gitu)
- Hainan chicken rice (nasi kukus ditambah ayam, khas nasi China gitu)
- Satay (ini sih sate biasa saja)
- Rojak (Rujak, bumbunya pakai kacang yang dihalus kasar)
- Fish Head Curry (Kare kepala ikan, seperti kepala ikan di masakan padang itu loh)
- Roti prata dan teh tarik (Roti semacam pancake khas india, teh tarik itu teh campur susu dan gula. saat mencampurnya, penjualnya menumpahkan dari satu mug ke mug yang lain dengan tangan kanan dan kiri, seperti sedang menarik, hehe..bingung yah)
- Char Kway Teow (nah, ini mungkin yang di Indonesia disebut Kwetiau)
- Fried Carrot Cake (Carrot cake-nya itu diolah jadi makanan bertumis gitu, carrot cake itu sendiri terbuat dari lobak, bukan wortel)
Itu dia tuh makanan yang sudah saya coba, sebenarnya ada dua makanan lagi. Yang sangat terkenal yaitu Chilli crab, belum kesampean makan itu, sebab harganya sekitar 30 - 50 dolar satu porsi. gile…
Ada lagi makanan yang tidak akan saya makan, hehe.. makanya tak berminat untuk dicoba yaitu Bak Kut Teh. Itu semacam sup yang terbuat dari tulang iga babi.
Tentu masih banyak makanan lain yang sudah pernah dicoba selain makanan-makanan yang telah disebutkan itu. Hanya itu yang tak pernah berubah, saya tetap cinta masakan rumah.
Memang betul, di rumah ada penatalaksana rumah tangga yang bantu mamaku. tapi tetap saja, kalau mama yang masak, pasti akan lain rasanya. Soalnya ada bumbu cinta, hihihi…
Dan hari ini, rasa itu kumat lagi. Saya kangen sekali masakan rumah. Entah mengapa, dari sekian banyak masakan yang pernah mama buat, ada satu makanan yang sekarang saya lagi kangen banget yaitu Cumi Hitam.Kebanyakan teman saya tidak suka masakan itu, katanya jijik dan aneh sebab kuah masakan itu hitam. Saya malah suka, hehehe.. Apalagi adik saya, Gina. Makan itu jadi hitam sebab masih ada dari tinta si cuma yang tidak dibuang. Mungkin karena Cumi Hitam itu agak sulit ditemui di tempat makan, maka cumi hitam di rumah menjadi semakin istimewa yah?
Bahagianya, siang ini saya sms mama. Hanya dengan pesan yang betul-betul singkat "mam, kangen pengen makan cumi item nih..hiks". Tidak lama kemudian mama balas "Ya, dimasakin nanti kalau sudah ke Indo". Waaaaaa….senangnya! lalu aku jawab lagi "Asik senangnya, makasih yah mam". Eh ternyata mama balas lagi, dan ini sangat membahagiakan, hehe…
Mama bilang "Pengen makan apa saja nanti mama bikinin deh".
Waaaah…kangen ini semakin menjadi-jadi.
Tenang mam, berarti sekitar 75 hari lagi masa itu akan tiba.
InsyaAllah lebih kurang 75 hari lagi mama akan masak buat Mia.
I love you, mam.