Halaman untuk berbagi

Catatan ringan tentang kehidupan sehari-hari Ilmia

Archive for January, 2007


intan, fitri, dan masta

Entah mengapa hari ini saya begitu rindu kalian bertiga. Intan Naulia Dewi, Fitri Maryam, dan Mastarya Romauli. kemarin saya kembali melihat foto kita berempat yang berpose di depan kelas waktu SMP kelas 3.
terakhir kali ketemu, tidak ada perbedaan yang signifikan tentang kita berempat yah?
Intan the future engineer, Fitri the future scientist, Masta the future doctor… apa yang kalian lakukan sekarang?

teman, sampai saat ini saya tidak pernah lupa kita pernah bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa. entah lewat apapun itu caranya. kadang, kegigihan kita saat SMP lalu, membawa semangat dan inspirasi baru buat saya sampai saat ini.

Hah.. dipikir2 lucu juga kita dulu ya? dulu kita duduk di kelas 2 SMP. kita sempat nangis karena dapat nilai 9. pasalnya di kelas dulu ada yang dapat nilai 10.
rasanya waktu itu kita sepakat menangisnya bukan karena tidak bersyukur, atau tidak mendapat pengakuan sebagai yang terbaik, tapi lebih karena merasa kurang optimal berikhtiar, sehingga menyesal.

7 tahun sudah peristiwa itu berlalu. semoga masih lekat dalam kenangan, untuk selalu memberikan yang terbaik, pada diri, keluarga, dan bangsa ini.
sampai jumpa entah di saat kapan kita akan bertemu lagi.

Hal kecil

Suatu hari saya begitu tersinggung dengan perkataan "kenapa sih mesti marah cuma karena hal kecil?".  ya mungkin hal kecil untuk yang bersangkutan, tapi tidak buat saya. sejak saat itu saya jadi betul2 berpikir, apakah saya juga sering mengucapkan hal2 semacam itu pada orang lain?
kita semua tahu, besar kecil, sulit mudah, banyak sedikit, itu kan tidak ada standard yang pasti. semuanya relatif. setiap orang pastilah mempunyai standard yang berbeda-beda.
maka saya rasa, marilah mulai sekarang kita tidak selalu mengutarakan apa-apa hanya dari sudut pandang kita. mudah buat kita, belum tentu mudah untuk orang lain. sedikit buat kita bisa jadi berarti banyak untuk orang lain, dan masalah kecil buat kita bisa jadi itu masalah besar buat orang lain.
ya..ini sekaligus autokritik buat saya sendiri.
tidak ada salahnya menjadi orang yang lebih menyenangkan.